Welcome and thank you for your visit
Saturday, May 21, 2016
Diri Kita Bertanggung Jawab Penuh Akan Kehidupan Kita
Memang tidak dipungkiri kadang kita sebagai manusia merasa dan bahkan sering menyalahkan lingkungan, orang lain, atau mengkambing hitamkan diluar kita. Padahal kita sendiri yang seharusnya instrospeksi diri dan melihat pada diri kita terlebih dahulu sebelum menyalahkan yang lain. Mengapa? karena yang terjadi dalam diri kita adalah apa yang kita pikirkan dan apa yang kita lakukan baik dimasa lalu maupun di masa yang akan datang. Kita sendirilah yang menjadi sumber utama kehidupan kita bukan orang lain. walau kadang diri kita bertindak bukan karena dorongan diri tapi dipengaruhi oleh orang lain. Dan ini seharusnya tidak terjadi, Mengapa? karena kita berkuasa akan diri kita. bila kita dikuasai oleh orang lain berarti kita tidak memiliki kemampuan bahkan bahkan sangat lemah. Dan itu seharusnya tidak pernah terjadi dalam kehidupan kita ini. walau banyak hal dalam kehidupan kita sehari-hari yang berhubungan dengan orang lain, dan kita sendiri harus bisa memposisikan diri dengan baik. Agar kehidupan kita dimasyarakat baik dan tidak gampang menyalahkan keadaan atau lingkungan dimana kita berada saat ini.
Monday, April 4, 2016
Belum Terbiasa Menulis
Menulis adalah suatu hal yang tidak mudah bagi yang belum terbiasa. Namun bagi mereka yang sudah menjadi penulis menulis adalah sesuatu yang mudah semua bisa dituliskan, baik riwayat hidup, biografi diri sendiri bahkan biografi orang lain. menuliskan kegiatan sehari-hari, dan masih banyak lagi yang dapat mereka tuliskan. Namun bagi yang belum terbiasa menulis adalah hal yang tidak mudah, bingung apa yang mau ditulis, caranya gimana, dan masih banyak lagi pertanyaan yang bagaimana menulis yang baik, jangan dulu menulis yang baik, menulis saja masih susah, susah karena belum terbiasa. Memang segala sesuatu yang belum terbiasa pasti akan susah atau mengalami kesulitan namun jika sudah terbiasa akan sangat terasa mudah bahkan menyenangkan, tentu ini menurut orang yang sudah ahli menulis. Tapi bagi saya sendiri menulis masih sesuatu yang tidak mudah, masih bingung mau nulis apa? nulis tentang apa? Dari mana mulai nulis? dan masih banyak lagi pertanyaan sehingga belum bisa menulis padahal bagi orang lain atau bagi penulis khususnya adalah hal yang mudah sangat.
Maka latihan adalah menjadi suatu yang perlu dilakukan agar bisa menulis, bagi mereka yang sudah terbiasa memberi contoh bahwa kita kan tiap hari menulis entah itu sms, chatt pada teman, nulis di wall facebook, di twitter, di WA dan BBM, ya emg itu semua bentuk menulis tapi itu kan hanya sedikit saja apa yang kita tulis. beda dengan penulis buku yang begitu banyak tulisannya tidak sesingkat sms. ya itu kan sebagai motivasi agar kamu bisa menulis karena dalam keseharian saja kamu pasti menulis walau hanya dalam beberapa kata, tapi jika hal itu kamu latih dan biasakan maka akan membentuk kamu menjadi terbiasa menulis.
Sesuatu yang belum terbiasa tentu akan mengalami kesulitan padahal jika kamu tahu kesulitan sebenarnya hanya awal saja. Mengapa? karena di awal inilah kamu memang belum terbiasa. jika sudah terbiasa maka ide akan selalu hadir. Gagasan baru akan senantiasa muncul, mungkin ini belum meyakinkan kamu yang belum terbiasa menulis, y emang ini belum karena memang ini tahap latihan menulis.
Ya mudah-mudahan bisa menulis minimal apa yang ada dalam pikiran saat ini. Kelama-kelamaan menuliskan tentang berbagai ilmu yang telah dimiliki serta menuliskan harapan dan impianku serta rencana-rencana baik, untuk kebaikan semua.
by Bisri Mustafa
Maka latihan adalah menjadi suatu yang perlu dilakukan agar bisa menulis, bagi mereka yang sudah terbiasa memberi contoh bahwa kita kan tiap hari menulis entah itu sms, chatt pada teman, nulis di wall facebook, di twitter, di WA dan BBM, ya emg itu semua bentuk menulis tapi itu kan hanya sedikit saja apa yang kita tulis. beda dengan penulis buku yang begitu banyak tulisannya tidak sesingkat sms. ya itu kan sebagai motivasi agar kamu bisa menulis karena dalam keseharian saja kamu pasti menulis walau hanya dalam beberapa kata, tapi jika hal itu kamu latih dan biasakan maka akan membentuk kamu menjadi terbiasa menulis.
Sesuatu yang belum terbiasa tentu akan mengalami kesulitan padahal jika kamu tahu kesulitan sebenarnya hanya awal saja. Mengapa? karena di awal inilah kamu memang belum terbiasa. jika sudah terbiasa maka ide akan selalu hadir. Gagasan baru akan senantiasa muncul, mungkin ini belum meyakinkan kamu yang belum terbiasa menulis, y emang ini belum karena memang ini tahap latihan menulis.
Ya mudah-mudahan bisa menulis minimal apa yang ada dalam pikiran saat ini. Kelama-kelamaan menuliskan tentang berbagai ilmu yang telah dimiliki serta menuliskan harapan dan impianku serta rencana-rencana baik, untuk kebaikan semua.
by Bisri Mustafa
Pentingnya Sebuah Motivasi
Dalam hidup yang tidak selalu mulus dan sesuai dengan harapan dan rencana kita maka motivasi menjadi penting. Dengan motivasi kita akan menjadi semangat dan bergairah kembali saat menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan rencana kita, Padahal renacana kita adalah terbaik dan terencana dengan baik dan matang. Namun inilah hidup dan kehidupan yang tidak selalu mulus, akan ada saja hambatan, rintangan, ganjalan, yang semua itu harus kita hadapi, kita jalani dengan lapang dada dan penuh kesabaran. Sabar dan tidak mengeluh dalam menghadapi setiap ujian dan halangan dalam hidup kita. Motivasi adalah pembakar semangat untuk menghadapi semua yang terjadi. dengan adanya semangat dan motivasi ini kita akan gagah berani untuk menghadapi semuanya. Motivasi bisa datang dari orang lain dan bisa datang dari diri kita sendiri. Motivasi terbaik adalah motivasi dari dalam diri sendiri, mengapa karena motivasi yang datang dari dalam diri sendiri penuh kesadaran dan cenderung lebih kuat. sedangkan motivasi dari orang lain kadang masih dipikir-pikir dan kadang tidak sepenuh hati, dan motivasi dari orang lain gampang sekali pudar dari ingatan kita. Apalagi orang yang mengingatkan hanya sekali saja dalam memotivasi kita. Namun motivasi sangat penting.
Sunday, April 3, 2016
Kita Bisa
Dengan dasar melihat fakta yang ada dilapangan kehidupan kita sehari-hari. Tentu kita sering melihat dan mendengan kisah seseorang, baik itu kisah yang menakjubkan maupun kisah yang tidak enak akan kehidupannya. dengan kisah tersebut kita mengambil pelajaran penting dari kisah orang tersebut. Dalam kehidupan ini berbagai hal bisa terjadi bahkan diluar kemampuan kita dan daya tangkap kita berdasarkan logika dan perasaan kita. Dan inilah menunjukkan bahwa kehidupan ini sungguh luar biasa. dan kita pun bisa untuk menjadi luar biasa. hanya saja kita kadang memandang hanya sebelah artinya kita tidak memandang secara keseluruhan bahwa hidup ini jauh dari apa yang kita pikirkan. Oleh karena itu hal baik yang diluar kita bisa terjadi dengan mudah dan hal buruk diluar nalar kita pun bisa saja terjadi, inilah yang membuktikan kekuasaan Sang Pencipta Allah Subhanahu wata'ala., Saya mendengar kisah dari seseorang yang menceritakan bahwa dirinya mendapat sesuatu yang aneh dan diluar pikiran dia, orang yang datang tidak dikenal namun bersedia membantu membangun halaman rumah atau pendopo rumahnya. Dan dia pun skalian memberikan uang yang tidak sedikit untuk membangunnya. serta bilang jika kurang maka bilang saja bahkan saat dan mulai dibangun pendopo tersebut orang itu datang lagi dan memberikan uang lagi. Padahal orang yang memberikan uang tersebut tidak kenal sebelumnya. Inilah kisah yang diluar nalar kita dan baik. Ini kisah yang mendengar pun ingin seperti kisah tersebut apalagi berkenaan dengan kemewahan dunia, dan hampir semua orang cinta dunia. Bahkan banyak orang yang cinta dunia hingga lupa akan mati. Dari kisah tersebut dapat kita petik hikmahnya bahwa dalam kehidupan kita ini serba mungkin bahkan yang diluar kemampuan kita dan nalar kita. Keyakinan dalam kehidupan sangatlah penting karena dengan yakin kita optimis. dengan optimis kita bisa. Kita bisa menggapai dan mewujudkan harapan dan impian kita. Jalani hidup dengan kebaikan adalah kunci untuk menerima kebaikan. Optimis bisa.
by Bisri Mustafa
Kehidupan Yang Lebih Baik
Setiap orang tentu berkeinginan kehidupannya baik, baik sehat jasmani rohani, baik dalam menjalani kehidupan yang mudah, baik dalam menggapai setiap harapan dan impiannya. baik saja tidak cukup baik dan bermanfaat tentunya untuk sesama. bahkan kebanyakan orang ingin hidup kaya dan sukses dalam kehidupan punya rumah, mobil, dll. Tapi tidak semua orang bisa menggapai itu semua, hanya sebagian yang bisa kehidupannya serba sukses dan kaya. Siapa sih orang yang ingin hidup sengsara? Saya kira tidak ada orang yang ingin hidup miskin dan sengsara tentunya. Walau dalam kehidupan di dunia ini berpasang-pasangan ada kaya ada juga miskin ada sukses ada pula gagal. Untuk itu kita harus pandai-pandai dalam menjalani kehidupan agar kehidupan kita kaya dan sukses, karena kaya saja tidak cukup klo tidak sukses, dan sukses itu ada dua yaitu sukses hidup di dunia dan sukses di akhirat, dua hal inilah yang mendorong kita untuk sukses baik didunia maupun diakhirat dan juga kaya, kaya tidak hanya dengan berlimpahnya harta tapi kaya bisa berbagi, tidak memiliki hutang dengan orang lain pun sudah termasuk kaya walau tidak berharta melimpah, mempunyai mobil mewah dan lainnya sebagainya. Penting dalam diri kita untuk mengisi kehidupan kita dengan hal-hal yang bermanfaat dan juga berbagi dengan sesama karena nikmatnya bisa berbagi dengan sesama. dengan berbagi kita akan mendapatkan kebahagiaan tersendiri dalam diri kita, merasa puas dan senang bisa berbagi dan orang yang kita bagi pun berbahagia dan senyum untuk kita, walau yang dibagi tidak senyum untuk kitapun kita tetap berbahagia karena bisa berbagi dengan orang lain. Jika kehidupan kita belum kaya dan sukses maka berbaiki cara pandang dan cara berpikir kita. mungkin cara berpikir kita selama ini salah atau setidaknya kurang pas. bisa jadi kita sudah kaya menurut orang lain tapi diri kita tidak merasa kaya karena kita masih merasa kurang dan kurang atau bahkan kurang rasa bersyukurnya atas pemberian Allah Subhanahu wata'ala yang sangat melimpah dan kita sendiri tidak dapat menghitung karena saking banyak dan melimpahnya nikmat dan karunia Allah Subhanahu wata'ala. Maka mulai hari ini kita untuk bersyukur atas banyaknya nikmat tersebut sehingga kita tidak lagi merasa miskin, karena nikmat yang kita terima itu sungguh luar biasa yang belum tentu orang lain memperoleh apa yang kita dapatkan, Maka disinilah arti penting bersyukur. Kita juga telah diingatkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala bahwa barang siapa yang bersyukur maka Allah akan menambah nikmat-Nya.. Mari kita untuk banyak-banyak bersyukur karena kebanyakan manusia tidak bersyukur akan nikmat Allah, sehingga merasa kurang dan kurang sehingga lupa untuk bersyukur. Kaya emang penting tapi bersyukur jauh lebih penting, karena dengan bersyukur bisa menjadikan kita kaya hati, kaya rasa berterima kasih kepada Allah yang telah melimpahkan berbagai nikmat pada kita. Mudah-mudahan dengan bersyukur membawa kita untuk sukses di dunia dan diakhirat tentunya dengan mengisi kehidupan ini dengan hal yang baik dan bermanfaat bagi sesama manusia.
By Bisri Mustafa
By Bisri Mustafa
Wednesday, October 14, 2015
Apabila makan, hendaklah mengucapkan tasmiyah.
2. Apabila makan, hendaklah mengucapkan tasmiyah.
Adab selanjutnya adalah mengawali dengan membaca doa berupa
mengucapkan tasmiyah yaitu ucapan ‘Bismillah’ bukan ‘Bismillahi rahmanir
rahim’ sebagaimana yang disangkakan oleh mayoritas umat Islam, karena ketiadaan
dalilnya.
Adapun jika lupa di awalnya hendaklah ketika ingat segera membaca ‘Bismillah
fi awwalihi wa aakhirihi’ atau ‘Bismillah awwalahu wa aakhirahu’.
Dari Aisyah berkata, Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam
memakan makanan bersama enam orang shahabatnya. Tiba-tiba datanglah seorang
Arab Badui, lalu makan dua suapan. Maka Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam
bersabda,
أَمَّا أَنَّهُ لَوْ كَانَ قَالَ: بِسْمِ اللهِ لَكَفَاكُمْ فَإِذَا أَكَلَ
أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللهِ فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَقُوْلَ بِسْمِ
اللهِ فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللهِ فِىِ أَوِّلِهِ وَ آخِرِهِ
“Seandainya ia mengucapkan ‘Bismillah’ niscaya akan
mencukupi kalian. Maka apabila seseorang diantara kalian hendak makan,
hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillah’. Jika ia lupa mengucapkan ‘Bismillah’
di awalnya maka hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillah fi awwalihi wa
aakhirihi’ (dengan nama Allah di awal dan akhirnya). [HR Ibnu Majah: 3264
dan at-Turmudziy: 1859. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [8]
Dari Aisyah bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam
bersabda,
إِذَا أَكَلَ
أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللهِ تعالى فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرِ اسْمَ
اللهِ تعالى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللهِ أَوَّلَهُ وَ آخِرَهُ
“Apabila seseorang diantara kalian hendak makan hendaklah ia
menyebut nama Allah ta’ala. Jika ia lupa menyebut nama Allah ta’ala di awalnya
maka hendaklah ia mengucapkan “Bismillah awwalahu wa aakhirahu” (dengan nama
Allah di awal dan akhirnya). [HR Abu Dawud: 3767, at-Turmudziy: 1858 dan Ahmad:
VI/ 143. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [9]
Dari Hudzaifah berkata, dan bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi
wa sallam,
إِنَّ الشَّيْطَانَ
لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ الَّذِي لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ
“Sesungguhnya setan menghalalkan makanan yang tidak disebut nama
Allah padanya.” [HR Abu Dawud: 3766 dan Muslim: 2017. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy:
Shahih]. [10]
Dari Abdurrahman bin Jubair at-Tabi’iy, ia bercerita bahwasanya
seseorang yang pernah melayani Nabi Shallallahu alaihi wa sallam selama 8 tahun
pernah bercerita kepadanya.
أَنَّهُ كَانَ
يَسْمَعُ النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم إِذَا قُرِّبَ إِلَيْهِ طَعَامًا
يَقُوْلُ: بِسْمِ اللهِ
Bahwasanya ia pernah mendengar Nabi Shallallahu alaihi wa sallam
apabila dihidangkan makanan kepadanya, beliau mengucapkan, ‘Bismillah’. [HR
Ahmad: IV/ 62, V/ 375, Ibnu as-Sunniy dan Abu asy-Syaikh di dalam ‘Akhlak Nabi
Shallallahu alaihi wa salam’. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [11]
Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy: Shahih. [12]
Boleh juga mengucapkan dengan doa yang lain sebagaimana dalam hadis
berikut ini.
Dari Ibnu Abbas radliyallahu anhuma berkata, telah bersabda
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang dianugrahi makanan
oleh Allah maka hendaklah ia mengucapkan,
اللَّهُمَّ بَارِكْ
لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ
‘Ya Allah berikanlah berkah kepada kami padanya dan anugrahkanlan
kepada kami makanan yang lebih baik lagi darinya’.
Dan barangsiapa yang dianugrahi minuman berupa susu maka hendaklah
ia mengucapkan,
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا
مِنْهُ
‘Ya Allah, berikanlah berkah kepada kami padanya dan
tambahkanlah untuk kami (yang lebih baik) darinya.’ Karena sesungguhnya aku
tidak tahu sesuatu yang lebih mencukupi dari makanan dan minuman kecuali susu”.
[HR Ibnu Majah: 3322, Abu Dawud: 3730 dan at-Turmudziy: 3455. Berkata
asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan]. [13]
Adapun doa yang telah masyhur di kalangan kaum muslimin yaitu doa
yang dari diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radliyallahu anhuma,
dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, bahwasanya apabila dihidangkan makanan,
Beliau mengucapkan,
اَللَّهُمَّ بَارِكْ
لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ بِسْمِ اللهِ
‘Ya Allah, berkahilah kami terhadap apa yang Engkau telah rizkikan
kepada kami dan jagalah diri kami dari adzab neraka. Bismillah’. [HR Ibnu
as-Sunniy di dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah, ath-Thabraniy dan Ibnu Adiy.
Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy: Dla’if jiddan (lemah
sekali)]. [14]
Karena derajatnya lemah sekali (dla’if jiddan) maka hadits tersebut
tidak dapat dijadikan hujjah. Oleh sebab itu, doa di atas tidak boleh
diamalkan/ diucapkan oleh seorang muslim lantaran hadits tersebut bukanlah
hujjah yang sharih lagi shahih. Bagi yang tetap mengamalkannya, padahal sudah
tahu kedlaifannya maka ia telah berdusta atas nama Rosulullah Shallallahu
alaihi wa sallam dan balasannya adalah siksa api neraka.
By Abu Ubaidullah Alfaruq
FOOTNOTE :
[8] Shahih Sunan Ibnu
Majah: 2641, Shahih Sunan at-Turmudziy: 1514 dan Nail al-Awthar bi takhrij
ahadits kitab al-Adzkar: 637.
[9] Shahih Sunan Abu
Dawud: 3202, Shahih Sunan at-Turmudziy: 1513, al-Kalim ath-Thayyib dengan
tahqiq asy-Syaikh al-Albaniy: 183 dan Nail al-Awthar bi takhrij ahadits kitab
al-Adzkar: 632.
[10] Mukhtashor Shahih
Muslim: 1296, Shahih Sunan Abu Dawud: 3201 dan Shahih al-jami ash-Shaghir:
1653.
[11] Shahih al-Jami’
ash-Shaghir: 4768, al-Kalim ath-Thayyib: 182 dan Silsilah al-Ahadits
ash-Shahihah: 71.
[12] Nail al-Awthar bi
takhrij ahadits kitab al-Adzkar: 657 (I/528-529).
[13] Shahih Sunan Ibnu
Majah: 2683, Shahih Sunan Abu Dawud: 3173, Shahih Sunan at-Turmudziy: 2749,
Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 2320, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 381 dan
Misykah al-Mashobih: 4283.
[14] Nail al-Awthar bi
takhrij Ahadits Kitab al-Adzkar: 630 (I/ 513).
MAKAN DAN MINUMLAH DENGAN TANGAN KANAN
بسم الله الرحمن
الرحيم
Makan dan minum adalah aktifitas harian setiap makhluk hidup,
khususnya manusia. Tidak ada satupun manusia yang terbebas dari makan dan minum
melainkan mereka pasti membutuhkannya. Jadi makan dan minum adalah merupakan
bahagian terpenting dari mereka.
Di dalam Islam, makan dan minum adalah termasuk dari kegiatan
manusia yang banyak disebutkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dan Rosulullah
Shallallahu alaihi wa sallam. Islam telah menerangkan berbagai hal tentang
kegiatan tersebut, dari cara mencarinya, jenis makanan atau minuman yang
dihalalkan dan yang diharamkan untuk dimakan atau diminum, memilih makanan atau
minuman yang baik untuk diri mereka, cara makan dan minum yang disyariatkan dan
lain sebagainya.
Para ulama telah banyak memuat tentang masalah ini dan memasukkan
dalam pembahasan adab, yaitu adab makan dan minum.
Dan termasuk dari perkara yang sangat penting adalah makan dan
minum dari sesuatu yang dihalakan oleh Allah ta’ala dan Rosulullah Shallallahu
alaihi wa sallam. Hal ini sebagaimana telah diperintahkan di dalam dalil-dalil
berikut ini,
يَا أَيُّهَا
النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا
خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Wahai manusia, makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa-apa
yang terdapat di bumi, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah Setan,
karena sesungguhnya Setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian”. [QS
al-Baqarah/ 2: 168].
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ
إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang
baik-baik dari apa yang Kami anugrahkan kepada kalian dan bersyukurlah kepada
Allah, jika benar-benar kalian mengabdikan diri kepada-Nya”. [QS al-Baqarah/ 2:
172].
Meskipun Islam telah mengajarkan umatnya untuk selalu memakan
makanan dan minum minuman yang halal lagi thayyib yang diperoleh dengan cara
yang halal pula. Di samping itu pula Islam telah mengajarkan mereka akan
adab-adab makan dan minum dengan benar. Namun sayangnya masih banyak kaum
muslimin yang memakan makanan dan minum minuman yang diharamkan oleh Allah
ta’ala dan Rosul-Nya Shallallahu alaihi wa salam. Dan juga banyak di antara
mereka yang tidak mengetahui adab dan tata cara makan dan minum.
Banyak kita jumpai di antara mereka yang lebih suka standing
party untuk menjamu tamu-tamunya makan-makan daripada menyediakan kursi dan
meja. Menyediakan berbagai peralatan makan dari sendok, garpu, pisau dan
sejenisnya sehingga seringkali terjadi mereka makan dengan menggunakan kedua
tangannya silih berganti, dan tak sedikit di antara mereka yang mencemooh dan
memandang hina orang yang makan dengan jemari tangan kanannya secara langsung
tanpa alat-alat makan tersebut. Bahkan banyak dijumpai diantara mereka yang
suka menyisakan makanan ketika selesai dari makan karena khawatir dianggap
orang yang kelaparan dan tidak tahu sopan santun dan lain sebagainya.
Oleh karena itu disini akan dibahas sedikit tentang adab dan etika
di dalam makan makanan dan minum minuman sesuai dengan dalil-dalil yang sharih
lagi shahih.
1. Makan dan minum dengan tangan kanan dan tidak dengan tangan
kiri.
Di antara adab dan etika di dalam makan dan minum sesuai dengan
ajaran Islam adalah makan dan minum itu wajib menggunakan tangan kanan dan
tidak boleh menggunakan tangan kiri. Hal tersebut sebagaimana telah dijelaskan
di dalam dalil-dalil berikut ini,
Dari Ibnu Umar radliyallahu anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا أَكَلَ
أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ
فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ، وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ
“Jika seseorang di antara kamu makan, maka hendaklah dia makan
dengan tangan kanannya. Jika minum, maka hendaklah minum dengan tangan
kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan
kirinya.” [HR Muslim: 2020, Abu Dawud: 3776, at-Turmudziy: 1799 dan Ahmad: II/
33, 146. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [1]
Dari Abdullah bin Abu Thalhah radliyallahu anhu, bahwasanya
Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا أَكَلَ
أَحَدُكُمْ فَلَا يَأْكُلْ بِشِمَالِهِ وَ إِذَا شَرِبَ فَلَا يَشْرَبُ
بِشِمَالِهِ وَ إِذَا أَخَذَ فَلَا يَأْخُذُ بِشِمَالِهِ وَ إِذَا أَعْطَى فَلَا
يُعْطِي بِشِمَالِهِ
“Apabila seseorang di antara kalian makan maka janganlah ia makan
dengan tangan kirinya. Apabila ia minum maka janganlah ia minum dengan tangan
kirinya. Apabila ia mengambil (sesuatu dari orang) maka janganlah ia
mengambilnya dengan tangan kirinya. Dan apabila ia memberi (sesuatu) maka
janganlah ia memberinya dengan tangan kirinya”. [HR Ahmad: V/ 311, IV/ 383.
Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Isnadnya jayyid]. [2]
Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu bahwasanya Rosulullah
Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
لِيَأْكُلْ
أَحَدُكُمْ بِيَمِينِهِ وَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ وَلْيَأْخُذْ بِيَمِينِهِ
وَلْيُعْطِ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ
بِشِمَالِهِ وَيُعْطِي بِشِمَالِهِ وَيَأْخُذُ بِشِمَالِهِ
“Hendaklah seseorang di antara kalian makan dengan tangan kanannya,
minum dengan tangan kanannya, mengambil dengan tangan kanannya, dan memberi
dengan tangan kanannya. Kerana sesungguhnya setan itu makan dengan tangan
kirinya, minum dengan tangan kirinya, memberi dengan tangan kirinya, dan
mengambil dengan tangan kirinya.” [HR Ibnu Majah: 3266 dan Ahmad: II/ 325, 349.
Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [3]
Dari Wahb bin Kisan yang ia mendengarnya dari Abu Hafsh Umar bin
Abi Salamah Abdullah bin Abdil Asad (anak tirinya Rosulullah Shallallahu alaihi
wa sallam), berkata, “Aku ada seorang anak kecil dibawah pengasuhan Nabi
Shallallahu alaihi wa sallam. Dan tanganku mengacak-ngacak di piring. Maka
Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadaku,
يَا غُلَامُ سَمِّ
اللهَ تعالى وَ كُلْ بِيَمِيْنِكَ وَ كُلْ مِمَّا يَلِيْكَ
“Wahai anak kecil, ucapkanlah tasmiyah (ucapan bismillah), makan
dengan tangan kananmu dan makanlah yang ada di dekatmu!”. Maka sejak saat itu,
begitulah cara makanku. [HR al-Bukhoriy: 5376, Muslim: 2022, Abu Dawud: 3777,
Ibnu Majah: 3267, at-Turmudziy: 1858, Ahmad: IV/ 26, 27 dan ad-Darimiy: II/
100. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].[4]
Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah,
“Termasuk dari adab makan di dalam Islam adalah,
- Mengucapkan tasmiyah (bismillah).
- Makan dengan tangan kanan.
- Makan (makanan) yang ada di depannya dan tidak mengambil makanan dari arah orang yang sedang makan bersamanya”. [5]
Beberapa hadits dan penjelasannya di atas menunjukkan perintah agar
apabila makan dan minum, begitu pula menerima atau memberi sesuatu itu
hendaknya dengan menggunakan tangan kanan. Hadits-hadits itu juga menunjukkan
larangan menyamai amalan atau cara setan di dalam makan, minum, menerima dan
memberi, di mana setan menggunakan semuanya itu dengan tangan kiri. Di dalamnya
juga terdapat perintah untuk membaca tasmiyah yaitu ucapan bismillah ketika
hendak makan dan mengambil makanan yang terdekat darinya. Di dalamnya juga
terdapat kesungguhan Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam di dalam mendidik
umatnya sejak dari kecil.
Hukum menggunakan tangan kanan untuk menyuap makanan ke mulut itu
hukumnya adalah wajib karena asal hukum setiap perintah itu adalah menunjukkan
wajib kecuali jika ada dalil-dalil lain yang mengecualikannya. Atau jika ada
udzur-udzur lain yang tidak dapat dihindarkan seperti luka pada tangannya yang
kanan, atau lumpuh, atau tidak memiliki tangan kanan sama sekali.
Dan dilarang makan dan minum dengan menggunakan tangan kiri, sebab
Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah memberitahukan kepada umatnya
bahwa setan itu makannya tangan kiri sedangkan mereka diperintahkan untuk
selalu menyelisihnya dalam segala hal.
Dari Jabir bin Abdullah radliyallahu anhu dari Rosulullah
Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَاْكُلُوْا
بِالشِّمَالِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِالشِّمَالِ
“Janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena sesungguhnya
setan itu makan dengan tangan kiri”. [HR Ibnu Majah 3268. Berkata asy-Syaikh
al-Albaniy: Shahih].[6]
Namun sangat disayangkan, banyak di antara umat ini karena
kejahilan dan keawaman mereka terhadap ajaran agama mereka sendiri yang masih
suka menyamai amalan setan dalam kehidupan mereka sehari-hari, khususnya di
dalam amalan makan dan minum ini.
Banyak di antara mereka yang makan seperti gaya orang kafir barat,
yang memegang garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan. Lalu pisau yang
di tangan kanan itu dipergunakan mengiris atau memotong makanan, ketika sudah
terpotong maka garpu yang berada di tangan kiripun menusuknya lalu
menyuapkannya ke mulut mereka tanpa sungkan. Subhanallah.
Atau ketika mereka makan tahu goreng atau sejenisnya dengan tangan
kanan sedangkan tangan kirinya memegang beberapa cabai, ketika mereka memakan
tahu tersebut kemudian diiringi dengan menggigit atau memakan cabai yang berada
di tangan kiri mereka. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya.
Maka jika ada di antara umat ini, yang menolak perintah atau
larangan Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam karena sifat sombongnya, maka
Allah berhak untuk mengadzabnya dengan siksaan dunia dan dilanjutkan dengan
adzab di akhirat kelak. Sebagaimana telah datang di dalam riwayat hadits
berikut ini,
Dari Abu Iyas Salamah bin Amr bin al-Akwa’ radliyallahu anhu,
أَنَّ رَجُلًا أَكَلَ
عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشِمَالِهِ، فَقَالَ: كُلْ
بِيَمِينِكَ، قَالَ: لَا أَسْتَطِيعُ، قَالَ: لَا اسْتَطَعْتَ، مَا مَنَعَهُ
إِلَّا الْكِبْرُ، قَالَ: فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ
“Bahwasanya ada seorang lelaki makan dengan tangan kirinya di sisi
Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Maka Rasulullah pun bersabda,
“Makanlah dengan tangan kananmu.” Lelaki itu pun berkata, “Aku tidak
bisa.”Beliau bersabda, “Kamu tidak bisa?, (Pada hakikatnya) tidaklah dia
menolaknya melainkan karena sifat sombong”. (Berkata perawi yakni Iyas), “Maka
setelah itu, dia pun benar-benar tidak mampu mengangkat tangan kanannya (untuk
menyuapkan makanan) sampai ke mulutnya.” [HR Muslim: 2021].
Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah,
“Wajibnya makan dengan tangan kanan. Sedangkan makan tangan kiri tanpa udzur
itu diharamkan. Semua perkara mulia, sudah sepantasnya dengan menggunakan
tangan kanan secara langsung, karena Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam
menyukai yang kanan-kanan di dalam segala keadaannya”. [7]
[1] Shahih Sunan Abu Dawud: 3209,
Shahih Sunan at-Turmuziy: 1470, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 383 dan Silsilah
al-Ahadits ash-Shahihah: 1236.
[2] Silsilah al-Ahadits
ash-Shahihah: III/ 239.
[3] Shahih Sunan Ibnu Majah: 2643,
Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 384 dan Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 1236.
[4] Mukhtashor Shahih Muslim:
1300, Shahih Sunan at-Turmudziy: 1512, Shahih Sunan Ibnu Majah: 2644, Shahih
Sunan Abu Dawud: 3210, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir: 251, 7958, Silsilah
al-Ahadits ash-Shahihah: 1184, Irwa’ al-Ghalil: 1968, al-Kalim ath-Thayyib: 182
dan Nail al-Awthar bi takhrij ahadits kitab al-Adzkar: 631, 646.
[5] Bahjah an-Nazhirin: I/ 382.
[6] Shahih Sunan Ibnu Majah: 2645.
Subscribe to:
Posts (Atom)
